Sabtu, 26 Desember 2009

AVATAR

Aku ingin nonton Film ini bersama dia.
Nanti ah malam taun baru, wkwkwkkkkk



POSTER FILM AVATAR



salah satu adegan di film Avatar


Kamis, 24 Desember 2009

Ketika 'ADAM' menjadi 'HAWA' ???

Perjuangan Agus Widoyo, lelaki yang mengajukan permohonan untuk merubah jenis kelamin di Pengadilan Negeri (PN) Batang, pada 11 Desember 2009 silam akhirnya terkabulkan. Bertepatan dengan Hari ibu, Agus Widoyo resmi menjadi perempuan dengan nama Nadia Ilmira Arkadea. Membuat Dea yang dilahirkan dengan nama Agus Widoyo, terus berjuang mencari jati diri menjadi seorang perempuan sebenarnya.
Bagimanalah hal yang sangat aneh ini bisa terjadi sebenarnya ?

Apa yang diinginkan seorang laki-laki ketika mengubah dirinya menjadi wanita?
Menurut pemaparan Nadia ketika diwawancarai salah satu station televisi, dia mengatakan bahwa menjadi wanita adalah gejolak yang meluap-luap dalam dirinya dengan ketidaknyamanaan terhadap status jenis kelamin laki-laki pada saat itu. Sehingga Nadia melakukan segala cara untuk mengubah dirinya menjadi wanita, diantaranya operasi jenis kelamin yang dia lakukan di RS Dr Soetomo Surabaya pada tahun 2005. Pelaksanaan operasi ini juga dilakukan karena sebenarnya pada diri Nadia ditemukan lebih banyak kromosom wanita dibanding laki-lakinya. Sehingga pihak RS pun dapat mengabulkan permohonan operasi tersebut.
Ternyata setelah melakukan operasi penggantian jenis kelamin saja tak cukup untuk Nadia, dia menginginkan pengakuan dari hukum untuk status barunya sebagai wanita. Maka bertepatan dengan peringatan Hari Ibu 22 Desember 2009 kemarin, Dia akhirnya mendapatkan statusnya sebagai seorang perempuan, setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Batang mengabulkan permohonannya untuk mengubah jenis kelaminnya, dari seorang laki-laki menjadi perempuan.

Sejarah UFO



Penyelidikan UFO mendetail pertama di dunia, bisa dibilang terjadi diawal abad ke-13, tepatnya pada 1235ketika pasukan Jendral Jepang Yoritsume’s mengamati fenomena cahaya yang tak dapat dijelaskan di angkasa.

Jendral lantas menugaskan sekelompok penyelidik untuk mempelajadi kasus ini, dan akhirnya menawarkan kesimpulan bahwa yang mereka lihat saat itu adalah sekedar bintang, yang bergoyang-goyang karena angin.

Di dunia modern, penelitian serius mengenai fenomena penampakan UFO telah dimulai pada sekitar tahun 1933 terhadap fenomena “Ghost Plane” di Skandinavia dan negara-negara lain di daratan Eropa . Di Australia sendiri, penelitian ini telah dimulai lebih awal lagi yaitu pada tahun 1920, ketika kapal laut SS Amelia J. menghilang di Selat Bass.

Hilangnya kapal laut ini, ternyata terjadi bersamaan dengan banyaknya laporan mengenai munculnya sinar-sinar misterius di selat tersebut . Di Amerika Serikat, penelitian dimulai pada tahun 1947 atas kasus perjumpaan UFO yang dilaporkan Kenneth Arnold dalam penerbangannya di Gunung Rainier, AS. Sedangkan di Indonesia, semenjak J.Salatun menempati jabatannya pada tahun [?]1967.

Namun walaupun telah puluhan (bahkan ratusan) tahun berlalu, tetap tidak ada penjelasan memuaskan yang dapat diberikan dari rangkaian penelitian atas fenomena UFO. Dan ternyata, dengan semakin canggihnya teknologi saja, fenomena UFO ini masih tetap menyimpan banyak misteri.
Pada masa abad pertengahan, fenomena penampakan UFO seringkali dikaitkan dengan hal religius, atau superstitius. Tak jarang penampakan UFO di langit dianggap sebagai pertanda dari Tuhan atau dewa-dewa atas musibah yang akan datang, atau menyertai suatu kejadian khusus.

Termasuk dalam hal ini misalnya beberapa lukisan abad pertengahan yang menggambarkan Yesus atau figur Kristen sakral lainnya, dengan latar belakang benda terbang misterius dilangit.

1561: One of most famous early UFO case, where the citizens of the Nürnberg got into abashed witnesses of strange phenomena above the city. Strangeness of this phenomenon meant lot of cross and saucer like flying objects. Case had noticed by the local media and artist.

Sedangkan pada masa yang lebih kuno, yaitu pada masa prasejarah, penampakan UFO ini
seringkali memang dipercayai sebagai peristiwa kedatangan dewa yang mereka sembah, dewa yang pada jaman dahulu mengajarkan kebudayaan dan teknologi pada cikal bakal manusia modern.

Di Amerika Selatan, terdapat beberapa patung kuno peninggalan suku Indian yang menggambarkan dewa mereka yang turun dari langit. Uniknya, dewa yang mereka rupakan ini jika dilihat dengan sudut pandang modern ternyata sangat mirip dengan gambaran seseorang astronot!

Astronot yang digambarkan berpakaian antariksa, komplet dengan helm bulatnya, sedang menunggangi roket dengan menghadapi serangkaian panel pengendali!

Pendapat mengenai penampakan dan identitas UFO ini kemudian berkembang seiring dengan mundur dan majunya peradaban-peradaban besar dunia, perkembangan teknologi, dan terutama dengan timbulnya kemampuan manusia untuk melakukan hal yang sama; terbang.

Ketika manusia memiliki kemampuan untuk menjelajah langit, tingkat pertemuan antara manusia dengan UFO pun makin meningkat. Keberhasilan Wright bersaudara untuk menunggangi angin dan membuat pesawat terbang, membuktikan bahwa terbang bukanlah hak eksklusif bangsa burung dan unggas.

Dari pencapaian prestasi ini manusiapun lalu melihat fenomena UFO sebagai suatu hal yang lebih terukur dan lebih “membumi”, bukan sebagai dewa yang turun dari langit, namun sebagai hasil teknologi maju dari mahluk yang mungkin mirip seperti manusia.

Dari serangkaian penelitian yang kemudian dilakukan terhadap fenomena penampakan UFO, baik oleh pihak militer maupun sipil, maka dapat diambil beberapa anggapan umum mengenai asal-usul dari UFO serta teknologi dan peradaban yang berada dibelakangnya.

Rabu, 23 Desember 2009

Bubur Kacang -mengingat 21des09//23.57-



"kalo makan bubur kacang malem-malem jadi ingat dia. 21 desember//23.57"

Malam itu sudah sangat malam. Menjadi dingin. Makan bubur kacang bersama.
senang rasanya. berbicara tentang banyak hal. mr.217

Jumat, 27 November 2009

JANJI ? tak perlu ditepati selama tak berjanji


janji ? hal yang sering saya pertanyakan akhir-akhir ini. bukan apa-apa. tapi demi sebuah kepastian

Janji adalah refleksi sosial manusia dalam kehidupan berinteraksi dengan yang lain, Dalam kehidupan ini kita akan banyak sekali berjanji baik yang memang benar kita ucapkan karena kita akan memenuhinya, atau janji yang hanya untuk menyenangkan seseorang secara sepintas, padahal kita tak ingin memenuhinya, atau bahkan janji yang kita tahu tak akan bisa memenuhinya.

Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditepati. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Membuat janji tidak bisa dianggap remeh. Janji adalah sebuah komitmen, dan kita bisa dikejar perasaan bersalah – walau banyak yang tidak merasa – gara gara wanprestasi atau ingkar janji. Mereka yang selalu menepati janji adalah pribadi yang memiliki integritas, karena menjadi barang langka di kehidupan hedonis ini.

Janji menurut wikipedia adalah sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara 2 orang di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak. Janji juga bisa berupa sumpah atau jaminan.Janji dapat diucapkan maupun ditulis sebagai sebuah kontrak. Melanggar janji tak hanya sering dianggap sebagai perbuatan tercela, malahan juga ilegal, seperti kontrak yang tidak dipegang teguh.

Pasti kita ingat bahwa Sejak kecil kita diajar bahwa janji adalah sesuatu yang suci. "Jangan berjanji bila kamu tidak dapat menepatinya" adalah nasihat yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mengapa? Tidak menepati janji dapat membuat kita kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang mengandalkan kita. Kita cenderung untuk tidak memercayai kata-kata seseorang yang tidak dapat atau tidak mau mewujudkan kata-kata dalam tindakan. Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas serta rusaknya hati.


Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan , meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela. Orang tua sering mengungkapkan janji pada anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah sangat tidak diperbolehkan.Ketika kita melaksana Bisnis, Rumah Tangga, Kehidupan bermasyrakat di lakukan dalam suasana atau kebiasaan ingkar janji, maka yang ada kita tidak akan dipercaya lagi.

Siapapun orangnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka.Namun anehnya ternyata masih banyak orang yang jika berjanji hanya sekedar igauan belaka. Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, karena orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. hal tersebut sering kita dengar ketika Para pemimpin memperebutkan kekuasaan mereka sering mengobral janji-janji kosong.

Mengingkari janji mempunyai konsekwensi hukum Janji yang mengandung tanggung jawab materi, seperti janji membeli suatu produk atau menjualnya, atau janji memberi sejumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan tertentu, bila diingkari selain dosa, oleh pendapat mazhab Maliki, juga boleh dituntut di pengadilan untuk dimintai ganti rugi. Ini terutama bila ingkar janji tersebut menimbulkan kerugian yang sifatnya materi. dan hal ini masuk kedalam Kitap Undang-undang Hukum Perdata dan atau Pidana.

Memang berusaha menepati janji, sepertinya hal yg selalu ingin kita lakukan, tetapi terkadang banyak hal yang membuat kita berat untuk berusaha tetap memenuhi janji yang kita buat sendiri. terkdang sebuah janji bukan sekedar hutang yang perlu dilunasi, tetapi terkandung jaminan kepastian yang menimbulkan harapan bagi insan dunia. Menepati janji adalah cerminan kedewasaan hati dan pikiran. Maka ada petuah bijak yg bilang “jangan berjanji jika tak sanggup menepati.", jadi janganlah membuat janji bila kita memang tidak bisa/tidak ingin menepatinya.(KL)

Tidak ada yang harus ditepati selama kita tidak pernah berjanji…

BAHAYA ! Terlalu banyak tidur -untuk L-



Terjaga di malam hari ternyata tak selamanya berdampak buruk. Menurut penelitian, tidur yang terlalu nyenyak dan lama di malam hari bisa meningkatkan risiko terkena stroke.

Penelitian oleh Dr Jiu-Chiuan Chen dari Universitas North Carolina, AS, itu menemukan bahwa perempuan paruh baya yang tidur lebih dari sembilan jam semalam berisiko tinggi terkena stroke.

Meskipun hubungan langsung antara tidur dan penyakit kardiovaskular belum jelas, namun dari 93.175 perempuan berusia 50-79 tahun yang diteliti menunjukkan sebanyak 1.166 perempuan di antaranya pernah mengalami stroke dengan berbagai tipe.

Menurut penelitian itu, perempuan yang tidur selama enam jam atau kurang berisiko terkena serangan stroke 14%, yang tidur delapan jam berisiko 24%, dan yang tidur sembilan jam atau lebih berisiko 70%.

Namun, perempuan yang sering bangun pada saat tidur lama, kondisi itu tidak berlaku. "Data yang kami miliki tidak berlaku bagi perempuan yang sering tidur lama tetapi terbangun atau terjaga cukup lama di tengah-tengah tidurnya," kata Chen.

jadi, biasakan lah untuk tidak sering-sering tidur, apalagi bila sedang

Selasa, 10 November 2009

Tengkorak Homo Erectus



Minggu, 8 November 2009 | 21:22 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Forum Komunikasi Pelestari Situs Patiayam (FKPSP) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berupaya mendapatkan kembali tengkorak kepala Homo erectus, manusia purba yang pernah ditemukan di tempat itu.

"Fosil tengkorak Homo erectus tersebut ditemukan oleh Dr. Yahdi Yaim, peneliti geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979," kata Ketua FKPSP, Suprapto, di Kudus, Minggu (8/11).

Ia mengatakan, hasil temuan fosil tengkorak manusia purba tersebut berupa sebuah gigi pra-geraham bawah dan tujuh pecahan tengkorak manusia.

"Keberadaan fosil manusia purba tersebut memang belum bisa dipastikan, mengingat di Museum Geologi tidak ada. Tetapi kami akan berupaya melacak dengan mencari informasi melalui penemunya," katanya.

FKPSP bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Kudus mencoba mendapatkan informasi keberadaan tengkorak kepala itu di Museum Geologi Bandung itu.

"Ternyata, saat ini sudah tidak ada di museum, meskipun sebuah gigi pra-geraham bawah dan tujuh pecahan tengkorak manusia purba tersebut telah direkonstruksi dan menjadi tengkorak kepala manusia purba," katanya.

Ia mengatakan, akan berupaya melacak dan mengumpulkan sejumlah informasi keberadaan tengkorak Homo Erectus tersebut agar bisa disimpan di Kudus karena temuan tersebut dapat mengangkat nama Situs Patiayam.

Selain itu, katanya, kehadiran fosil Homo Erectus tersebut juga menambah koleksi temuan fosil hewan dan manusia purba lainnya. Sebelumnya, katanya, telah ditemukan 1.238 fosil purba yang terdiri atas 12 jenis.

"Untuk mendapatkan fosil dalam bentuk aslinya memang sulit, tetapi kami akan berupaya meskipun nantinya mendapatkan dalam bentuk replika," ujarnya.

Meskipun sedang berupaya untuk membawa fosil purba itu kembali ke Kudus, namun ia mengakui bahwa Pemkab belum memiliki tempat khusus untuk menyimpan temuan berbagai benda purbakala tersebut.

Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Kudus, Sancaka Dwi Supani, mengatakan, hingga sekarang memang Pemkab belum memiliki tempat penyimpanan berbagai benda purbakala secara representatif.

"Seharusnya upaya mendapatkan tempat penyimpanan benda-benda purbakala lebih diprioritaskan dibandingkan harus mengupayakan keberadaan benda purbakala yang belum diketahui," katanya.

Tanpa tempat yang representatif terlebih dahulu, katanya, keberadaan benda-benda purbakala itu dikhawatirkan mudah rusak karena tidak tahan terhadap suhu udara yang tidak teratur.

"Perawatan benda-benda purbakala tidak mudah. Selain dibutuhkan tempat khusus juga dibutuhkan temperatur udara yang teratur," katanya.

Temuan lainnya di Situs Patiayam yakni sejumlah tulang belulang binatang purba seperti Stegodon trigono chepalus dan Elephas sp (sejenis gajah purba), Cervus zwaani dan Cervus lydekkeri martin (sejenis rusa), Rhinoceros sondaicus (badak), Sus brachygnatus dubris (babi), Felis sp (macan), Bos bubalus palaeoharabau (kerbau), Bos paleosondicus (banteng), dan Crocodilus sp (buaya).