Kamis, 05 November 2009

Menjadi Aku



Menjadi aku adalah
Basah diguyur airmata
Menjadi aku adalah
Mengarungi Laut, diterjang badai
Menjadi aku adalah
Mengeja hidup penuh duri
Menjadi aku adalah
Berjalan, terjatuh lalu diinjak
Menjadi aku adalah
Bermimpi lalu membunuhnya
Menjadi aku adalah
Seperti ini
Menjadi aku adalah
Berbeda dari kumpulan
Terbuang dari rumah

KPK VS POLRI. cicak kok mau melawan buaya (sumber : tempointerakti)f



ISU tak sedap menerjang Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji. Telepon genggamnya disadap oleh penegak hukum lain. Penyadapan itu diduga terkait dengan penanganan kasus Bank Century.

Susno menyatakan dirinya tak marah atas penyadapan itu. ”Saya hanya menyesalkan,” ujarnya. Siapa penyadapnya, ia tak mau buka mulut. Lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini menyebut penyadapan itu sebagai tindakan bodoh. Sehingga, ujarnya, ia justru sengaja mempermainkan para penyadap dengan cara berbicara sesuka hati.

Sebelumnya, polisi memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah lantaran disebut-sebut melakukan penyadapan tak sesuai prosedur dan ketentuan. Pemeriksaan Chandra dituding sebagai upaya polisi untuk melumpuhkan komisi yang galak terhadap koruptor itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Pekan lalu, wartawan Tempo Anne L. Handayani, Ramidi, dan Wahyu Dhyatmika menemui Susno Duadji di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara. Berikut petikan wawancara tersebut.

Polisi dituduh hendak menggoyang KPK karena memeriksa pimpinan KPK dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang penyadapan. Komentar Anda?

Kalangan pers harus mencermati, apakah karena dia (Chandra Hamzah) pimpinan KPK lalu ada masalah seperti ini tidak disidik. Katanya, asas hukum kita, semua sama di muka hukum. Jelek sekali polisi kalau ada orang melanggar undang-undang lalu dibiarkan. Kami sudah berupaya netral dan menjadi polisi profesional.

Apa memang ditemukan penyalahgunaan wewenang untuk penyadapan itu?

Saya tidak mengatakan penyalahgunaan atau apa. Silakan masyarakat menilai. Menurut aturan, yang boleh disadap itu orang yang dalam penyidikan korupsi. Kalau Rhani Juliani, apa itu korupsi? Dia bukan pengusaha, bukan pegawai negeri, bukan juga rekanan dari perusahaan. Kalau korupsi, korupsi apa, harus jelas.

Tapi sikap Anda ini dinilai menggembosi KPK?

Kalau kami mau menggembosi itu gampang. Tarik semua personel polisi, jaksa. Nanti sore juga bisa gembos. Lalu Komisi III nggak usah beri anggaran. Kami berteriak-teriak ini supaya baik republik ini.

Kami mendapat informasi, saat diperiksa Antasari membeberkan keburukan pimpinan KPK yang lain.

Saya tidak tahu, tanya ke Antasari. Lha, sekarang kalau pimpinannya yang mengatakan lembaga itu bobrok, berarti parah, dong. Dia kan yang paling tahu. Dia kan pimpinannya.

Ada kesan polisi dan KPK justru berkompetisi, bukan bersinergi. Benar?

Tidak, yang melahirkan KPK itu polisi dan jaksa. Saya anggota tim perancang undang-undang (KPK). Kami sangat mendukung. Tapi karena opini yang dibentuk salah, seolah-olah jadi pesaing. Padahal 125 personel yang melakukan penangkapan dan penyelidikan (di KPK) itu kan personel polisi. Penuntutnya juga dari kejaksaan. Kalau nggak gitu, ya matek (mati) mereka. Jadi, tak benar jika dikatakan ada persaingan

Anda, kabarnya, juga akan ditangkap tim KPK karena terkait kasus Bank Century?

Ah, ya enggak, itu kan dibesar-besarkan. Mau disergap, timbul pertanyaan siapa yang mau menyergap. Mereka kan anak buah saya. Kalau bukan mereka, siapa yang mau nangkap? Makanya, Kabareskrim itu dipilih orang baik, agar tidak ditangkap.

Kalau penyidik KPK yang menangkap?
Mana berani dia nangkap?

Karena adanya berita itu, Anda katanya marah sekali sehingga kemudian memanggil semua polisi yang bertugas di KPK?

Tidak, saya tidak marah. Mereka kan anak buah saya. Mereka pasti memberi tahu saya. Saya cuma kasih tahu kepada mereka, gunakan kewenangan itu dengan baik.

Apa benar Anda minta imbalan untuk penerbitan surat kepada Bank Century agar mencairkan uang Boedi Sampoerno?

Imbalan apa? Apanya yang dikeluarkan? Semua akan dibayar, kok. Bank itu tidak mati, semua aset diakui dan ada. Terus apa lagi yang mesti diurus? Yang perlu diurus, uang yang dilarikan Robert Tantular itu.

Jadi, apa konteksnya saat itu Anda mengirim surat ke Bank Century?

Konteksnya, saya minta jangan dicairkan dulu rekening yang besar-besar. Kami teliti dulu. Paling besar kan punya Boedi Sampoerna, nilainya triliunan rupiah. Kami periksa dulu, kenapa Boedi Sampoerna awalnya nggak mau melaporkan.

Menurut Anda, kenapa ada pihak yang berprasangka negatif kepada Anda?

Kalau orang berprasangka, saya tidak boleh marah, karena kedudukan ini (Kabareskrim) memang strategis. Tetapi saya menyesal, kok masih ada orang yang goblok. Gimana tidak goblok, sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kerjakan kok dicari-cari. Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa.
http://majalah.tempointeraktif.com/i...130792.id.html

Pertanyaan Untuk Malam ini



Pertanyaan pertama malam ini
Apa yang harus ku banggakan pada tanah leluhur
Jadi kabut
Jadi abu
Jadi buih
Mengeja- harapan yang kabur di kejar-kejar maling
Lalu tersungkur pada lumpur keruh bau bangkai
Janji bulan nyatanya bohong belaka
Mana sinarnya ?
Aku masih kegelapan disini
Diantara ilalang yang menghitam
Ketumpahan tinta malam yang lama tak ku pakai menggambar
Menggambar mimpi abstrak dari kata-kata yang kubuat indah
Ku gambar mimpi dari semua kata yang ada
Dari semua kata yang indah
Karna tak kuat ku buat mimpi dari angan yang nyata
Tak kuat ku buat mimpi dari balutan rasa yang nyata
Yang ada rasa yang tebakar
Jadi asap
Hilang
Menjadi kabut bukan pilihan
yang setelah ada matahari bermanja, aku hilang
hanya dingin aku sendirian
menjadi abu bukan polesan
antara hitam yang berkhianat pada putih yang dicumbu
lalu ditinggalkan setelah bercampuran
lalu kenapa aku jadi buih
diantara samudra yang bergemuruh
sampai ke pantai aku hilang
pertanyaan yang kedua
apa besok aku masih diizinkan memadati bumi ?

Efek Samping MINUM TEH setelah makan



Tadi pagi sebelum berangkat kuliah saya sempatkan dulu sarapan alakadarnya ditambah dengan minum teh tawar panas. Enak.
Selama perjalanan menuju kampus saya iseng-iseng googling nyari tau info tentang Teh.
Hmm kaget juga lo, ternyata ada sisi negatifnya juga, apalagi diminum setelah makan Biasanya teman paling setia makan adalah minum teh, baik es teh maupun teh hangat.
Tapi apakah kita tahu efek samping dari minum teh setelah makan?
Minum teh setelah makan terbukti bisa mengakibatkan anemia.
Minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi sebesar 64 %. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh minum segelas kopi setelah makan. Kopi mengurangi daya serap hanya 39 %.

Pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin dalam teh. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung kafein, polifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan.

“Bila kita makan menu standar plus segelas teh, zat besi yang diserap hanya setengah dari yang semestinya”

Menurut Dr. Rachmad Soegih, ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, zat tanin itu sendiri memang menghambat produksi hemoglobin. Kalau memang mau menghindari teh dan mendapatkan banyak zat besi, sebaiknya teh digantikan air jeruk sebagai peneman makan.

“Makan nasi pecel dengan jeruk memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh”

Kenapa? Vitamin C ternyata memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh.

Apakah fakta ini membuat minum teh harus ”diharamkan” sama sekali? Jangan salah. Soalnya, teh mengandung zat lain yang berfungsi positif.

Ada kiat minum teh yang tepat, agar minuman ini tidak menghambat produksi zat besi dalam sel darah:

* Teh akan berefek baik bagi tubuh bila dikonsumsi pada pagi dan sore, disertai karbohidrat dan protein, misalnya roti dan biskuit.

* Kiat lain, memberikan jeda minum teh setelah makan, misalnya dua jam setelah makan.

Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses penyerapan makanan.

Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapan pun, asal tidak setelah makan. So, tunggu apalagi, buat secangkir teh hangat sekarang dan nikmatin deh..

Rabu, 04 November 2009

Aku Bukan Cinderella


Kalian tahu dalam hidupku terjadi sebuah kisah seperti Cinderella
Tapi...
Cinderella ini sudah lelah menunggu Pangerannya yang tak kunjung datang membawakan sepatu kacanya yang tertinggal saat pesta itu.
Tapi, tak apalah !
Lalu apa yang aku dapat setelah itu ?
Diacuhkan, diabaikan dan seolah hanya bayangan !
Kau tahu rasanya diabaikan ?
Sakit ...
Dia tak pernah mau tahu kalau akulah Cinderella yang berdansa dengannya malam itu dan meninggalkan sepatu kaca sebagai tanda bahwa kelak Pangeranku itu dapat mencariku kembali dengan bimbingan sepatu kaca sialan itu. Ya... sepatu kaca pemberian peri baik yang sebenarnya seolah telah merencanakan semuanya bakalan hancur
Aku hanya bisa diam ketika Pangeran itu hanya sekedar melirik seakan tak sadar dan tanpa ada rasa kalau akulah Cinderellanya.
Apa aku harus umumkan sendiri pada dunia, bahwa akulah Cinderella yang berdansa dengan pangeran dan tiba-tiba menghilang jam 12 malam.
Dan apa aku harus umumkan pada dunia kalau akulah pemilik sepatu kaca yang salah satunya ada pada Pangeran itu.
SIALAN
Aku terjebak dalam skenario cerita si Upik Abu yang menjadi Cinderella.
Cinderella SIALAN, kau buat ceritaku jadi aneh !
Akhirnya harus ku tuliskan pada ceritaku, bahwa Cinderella ini membuang sisa sepatu kacanya.
Membuang dan membunuh perasaannya.
Dibakar dalam kesendirian yang menjadikannya abu.
Abu...
Memang itu yang pantas pada sepatu kaca Cinderella ini.
Selamat tinggal sepatu kaca dan pangeran ku.
Apa kalian tahu siapa pangeran itu ? yang selalu kutunggu, ku impikan, ku dambakan setiap malamnya sambil menatap bulan.
Akhirnya...
Setelah kupikirkan, pangeran itu adalah kau sang Pecinta jahanam yang mengaku cinta padaku. Dan aku tahu kau adalah maha pembohong.
Cinderellanya ini, sudah pasti itulah aku. Aku yang selalu menerima cinta palsu pangeran itu, aku yang bodoh yang selalu menunggu pangeran yang tak cinta padaku dan akupun tahu semuanya hanya kias belaka.